Skip to main content
Categories
BeritaEditorialHeadlineSosial

Editorial: Bulan Perempuan, Saatnya Beraksi, Berbagi dan Saling Support

Margaretha Diana

Bulan Maret, identik dengan peringatan Hari Perempuan Internasional. Peringatan yang jatuh di tanggal 8 Maret setiap tahunnya, dirayakan oleh para perempuan di seluruh dunia, dengan mengangkat banyak isu, terutama isu gender.

Karena masih banyak perempuan, di belahan bumi ini, yang tak bisa dan bisa mengangkat kepalanya, setara dengan para pria, hanya karena mereka perempuan. Masih banyak ketimpangan di berbagai lini masyarakat, jika kita berbicara tentang perempuan. Banyak yang masih menganggap, bahwa perempuan, tak berhak menduduki kursi yang sama dengan para pria.

Isu-isu umum semacam itu, tahun ini masih menjadi agenda utama yang disuarakan kaum perempuan di seluruh dunia. Tapi untuk tahun ini, mereka tak hanya bersuara, tapi juga mengambil langkah untuk bergerak, beraksi, lewat banyak hal.

Tahun ini, peringatan hari perempuan internasional mengambil tema, ”Time Is Now, Rural and urban activist transforming women lives”. Ya, setelah bulan-bulan kemarin, para perempuan di seluruh dunia secara massive melakukan gerakan “speak up”,seperti gerakan #MeToo di Amerika Serikat, #YoTambien di Meksiko, Spanyol, Amerika Selatan dan sekitarnya, #QuellaVoltaChe di Italia, #BalanceTonPorc di Perancis, #Ana_kaman di Arab Saudi, serta gerakan #girls_enghelab_street di Iran.

Komisi persatuan perempuan internasional menganggap pentingnya gerakan ini, untuk mengubah cara pandang dunia terhadap perempuan, yang selama ini dianggap hanya bisa bersuara, tanpa aksi apapun yang berarti. Karena sedemikian seringnya ada kasus, perempuan yang ribut sendiri, bersaing di antara sesama perempuan.

Sementara kita, masih punya sederet nama perempuan, yang duduk sebagai menteri. Mulai dari ibu Sri Mulyani hingga ibu Retno Marsudi. Dan saat kita menyebut ibu Susi Pudjiastuti, maka tak lepas pula nama ibu Puan Maharani. Ibu Khofifah Indar Parawansa yang baru saja mengundurkan diri untuk Pilkada, hingga hutan yang diurus ibu Siti Nurbaya. Semua paham tentang seluk beluk di bidangnya masing-masing. Seperti halnya ibu Nila Moeloek. Sama halnya dengan ibu Yohana, puteri kebanggaan Papua. Perempuan bukan sekedar konco, apalagi jika berhadapan dengan ibu Rini Soemarno.

Sejarah negara ini mencatat dengan sepenuh hati, tentang banyaknya perempuan yang menjabat sebagai menteri. Kesempatan yang diberikan, bagi para perempuan untuk berkarya, bukanlah sekedar kesempatan. Karena masing-masing dari mereka, bukan tanpa karya dalam bekerja.

Belum lagi, banyaknya komunitas perempuan, yang bekerja bukan hanya lewat suara, tapi juga aksi nyata. Para aktivis-aktivis hebat, membaur, melebur bersama antara yang muda dan yang tua, membagi waktu antara keluarga dan negara demi kebaikan bersama.

Sudah saatnya para perempuan mengulurkan tangan satu dan lainnya, berjuang untuk kebaikan bersama, bukan untuk saling menjatuhkan. Diperlukan banyak support, dari satu dan yang lainnya untuk bisa terus maju serta menginspirasi perempuan lainnya lagi, untuk bisa melakukan hal yang sama.

Perempuan,
bukanlah lahan tak bertuan.

Ia punya rasa
tapi juga memakai logika
dalam setiap langkahnya.

Sudah tak lagi jamannya
perempuan hanya duduk menunggu suami
tak berdaya terkungkung tradisi.

Perempuan
tak lagi berkutat antara sumur, dapur dan kasur
Tapi tentang ketegaran, ketangguhan serta prestasi yang tak terukur.

Karena sebuah negara,
pun selayaknya diisi dengan jiwa dan warna
Bukan hanya didominasi kaum laki-laki, saat perempuan pun punya nyali.

Dunia perempuan telah berubah,
bukan lagi hanya tentang berkeluh kesah.

Sudah saatnya mengubah tradisi
karena perempuan pun harus bisa bersinergi.

Negara tak hanya berisi laki-laki
hingga perempuan harus berdiri di sisi.

Ada banyak berempuan yang berbakat
yang mengangkat nama bangsa lebih bermartabat.


Web kolaboratif, konten adalah tanggung jawab penulis (Redaksi)

Subscribe our newsletter?

Join Newsletter atau Hubungi Kami: [email protected]

Inspirasi
BelanjaKarirKecantikanKehidupanKeluargaIndeks
Let's be friends